Translate


Minggu, 10 Juni 2012

Storyth

Sekadar Cerita Alam : Tentang Nuansa Cintaku

Musim semi di Ramadhan lalu,
Kuperkenalkan pribadi "diniku"..
Dalam permainan rasa.gejolak jiwa dan rahasia hati
yang tlah  berikhtiar pada  suara janji-janji....


Musim semi di Ramadhan lalu,
Kuperkenalkan pribadi "manjaku"..
Dalam senandung sepi.puisi rindu
Aku,bersuka cita atas nama cinta yang masih lugu....


Musim semi di Ramadhan lalu,
Indah.bermaknalah,sungguh!
Itulah awal keajaiban cintaku..
yang terlahir suci.pasti.dan serasi,
Tiada celah ataupun cacat yang berarti...


Namun,saat Musim semi di Ramadhan berlalu,
kemudian berlari.tak terkejarkan lagi..
Hujan di awal Januari..
adalah suara sepi.jiwa yang mati.hati sendiri,
Malampun diam.purnama juga bungkam?!
karena bintang ufukku yang kini menghilang,
Dari catatan kenangan.



Dan kutanya ilalang.tak tahu bilamana ia sedang melagukan...
Lalu kusapa hujan dengan senyuman,
tetapi hujan begitu culas padaku?!
memberiku badai semalaman..
yang mengguncangkan jiwa.dan benturkan hati pada cinta penderitaan..


Hujan di awal Januari,
Mencoba menghapus sebuah nama dalam naluri hatiku,
Meniadakan wajahnya.pada bayang-bayang pikirku,
Dan mengusir senyumnya dari keindahan mimpiku....


Kini...
Hujan di awal Januari usai berhenti..
Setelah pagi membawa lingkaran warna pelangi,
Dan embun datang sejukan hati,
"Cintaku",kembali........
berkunjung ke hatiku lagi,
Bersama Senja di penghujung hari?!
yang kembali jingga.rona surga.airmata ceria..
Bintang ufukku datang.dari Timur peraduan
Kembali hiasi selambu malam.temani purnama kesepian.dan tersenyum...


Inilah pelangi Bulan Februari,
Dimana aku tak lagi sendiri.Kasihku sebagai cinta ada disini?!
Membawa janji.waktupun menjawab pasti..
Ya,Kau kembali pulang ke hatiku lagi..
Dengan membawa sejuta warna pelangi di Februari,
Kini janjimu.senyummu.
Telah menjadi bunga rekah yang indah,
Harumi semerbak setia..
Ronaku bahagia terasa..
Dalam cerita cintaku yang kembali nyata pada waktunya..



Anggi Rizkiana Putri :
12 Februari 2011,




KEAGUNGAN FAJAR CINTA
Cerpen Rudi Al-Farisi



Malam yang dingin itu, Galin masih saja asyik memperhatikan monitor computer kerjanya. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Memang malam itu ia mendapat giliran kerja malam dari perusahaannya untuk memonitor pengolahan pabrik. Matanya sudah cukup lelah menahan kantuk. tetapi mau gimana lagi. Ia harus tetap fit karena tugas yang dibebankan perusahaan kepadanya.

Galin adalah sosok yang rajin, baik ditempat kerja maupun dilingkungan masyarakat. Ia bekerja disebuah perusahaan yang cukup ternama di negeri ini. Karena jiwanya yang bersemangat itu. ia dipercayakan atasannya untuk mengambil alih job suvervisor yang kebetulan sedang kosong.

Saat sedang asyik memainkan keyboard computernya, tiba-tiba nada alarm azan shubuh berkumandang di hp nya. Ia tinggalkan sejenak pekerjaan monitoringnya. Bergegas ia berwudhu’ dan menghadap Sang Ilahi.
Usai sholat, ia menghirup udara pagi sejenak dari jendela ruang kantornya. Tiba-tiba perasaannya jadi tidak enak saat mendengar nada hpnya berdering. Ia bingung “siapa pula yang nelpon pagi-pagi buta begini” suara batinnya bertanya.

“Assalamu’alaikum..
“Wa’alaikum salam..(ternyata ibu mertuanya yang menelpon).
“Ya bu… ada hal apa bu..? tanya galin.
“Maaf mengganggu kerjanya Lin. Ibu sebenarnya tidak mau mengganggu konsentrasi Galin. Tapi ini terpaksa.. jelas ibu mertuanya.
“Tak apa bu, kebetulan saya baru usai sholat shubuh”. Jawab galin bingung.
“Begini Lin.. si May pergi ndak tahu kemana. Tadi saat ibu hendak membangunkan si May sholat shubuh, ia tak ada dikamarnya. Dan dia pun tak pamit. Dia ada ngomong sama galin..?” jelas ibu mertuanya kebingungan.
“Lah.. kok bisa begitu bu. Tadi malam saat mau berangkat kerja dia masih ngantar saya kok bu.. semua baik-baik saja kok bu..
“Itulah.. ibu juga bingung. Ibu sudah coba cari dia ke semua ruangan. Tapi tak ada juga. Ibu tanya sama ayah, ayah juga tidak tahu..
“Iyalah bu.. saya akan pulang lebih awal.. ibu tenang ajalah dulu. Mungkin dia lagi beli sarapan..
“Iyalah…Baiklah kalo begitu.. assalamu’alaikum.
“Wa’alaikum salam..

Galin bingung, konsentrasi kerjanya terganggu. Ia heran kemana pergi istinya itu. kok ndak pamitan ya.. suara batinnya bergetir. Ia coba menghubungi hp nya tapi tidak aktif.

Sesampainya dirumah, ia mengumpulkan seluruh keluarganya. Semua menjawab tidak ada yang tahu. Muncul firasat kurang bagus dihatinya. Ia coba menghubungi seluruh famili terdekat. Tapi juga dengan jawaban yang sama.

Galin dan seluruh keluarga merasa khawatir. Ada apa yang terjadi dengan Maya. Sang istri yang baru tiga bulan ia nikahi hilang bak ditelan bumi. Mereka menunggu hingga siang. Saat suara azan zhuhur berkumandang, hati galin sudah merasa tidak karuan. Keluarga mengusulkan untuk melapor ke polisi. Tetapi galin mencegahnya. Ia tidak mau masalah ini diketahui tetangga. Bisa jadi aib bu.. Jawab galin menenangkan mertuanya.

Selesai sholat zhuhur, ia sambung dengan sholat hajat. Ia mohon kepada rabbnya yang mengatur segala kejadian untuk bisa menemukan jalan keluarnya.

Usai sholat, ia menyimpulkan untuk konsultasi kepada Faris teman kerjanya. Faris yang ia kenal sebagai seorang yang cukup dalam agamanya, mungkin bisa membantunya.

Ia coba menelpon faris, dan faris pun bersedia memenuhi undangannya. Namun, bagaimana pun rasa hati galin sudah tidak karuan lagi. Karena istri tercinta yang baru ia nikahi bagai lenyap dibawa angin. tak ayal, Inai tanda pernikahan dijari pun masih tersisa di ujung kuku.

Tak lama faris pun tiba dikediaman galin. Waktu sore sudah mau berganti senja. Seluruh keluarga semakin cemas, apalagi galin sang suami. Setelah diceritakan apa yang terjadi. Faris hanya mengatakan untuk bersabar. Seluruh keluarga kurang puas dengan pernyataan Faris itu, begitu juga galin sang rekan kerja.
Ternyata, rupanya faris menunggu saat waktu magrib tiba. Usai sholat magrib berjama’ah. Faris memimpin doa memohon kepada sang ilahi. Dan semua yang ada pun ikut memohon kepada Allah semoga misteri ini cepat terselesaikan.

Usai bermunajat. Semuanya berkumpul dan bermusyawarah diruang tamu. Galin pun angkat bicara.
Ris.. gimana ini.?
“Yang sabar Lin.. saya tak ada firasat jelek dalam hal ini. Kita husnuzhon saja.” Jelas Faris.
“Tapi ini udah malam Ris..” jawab galin risau.
“Iya nak Faris. Bapak dan ibu sudah sangat cemas ni.. takutnya Maya entah kenapa-kenapa.?” Mertua Galin menimpal.
“Iya.. saya mengerti. Tapi firasat saya, ini hanyalah ujian Allah pak.. dan semua ini berpulang kepada bapak dan ibu. terutama galin. Apa pun yang kita lakukan, insya Allah akan dijawab Allah. Dan saya hanyalah hamba Allah yang mencoba membantu saudaranya.” Jawab Faris.

Galin dan mertuanya akhirnya memutuskan hendak melaporkan hal ini kepada polisi. Saat semuanya sedang bersiap hendak berangkat ke kantor polisi. Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi… Tiiing…Tooong…
“Assalamu’alaikum… suara dari balik pintu.

“Wa’alaikum salam.. jawab galin setengah berlari kebingungan.
Saat pintu dibuka. Ternyata ada sosok wanita cantik yang tak lain dan tak bukan adalah Maya Sang istri tercinta.

“Subhanallah…. Dinda…..” teriak Galin.
Dan semua isi rumah pun setengah berlari menuju pintu mendengar hal itu.
“Alhamdulillah….” Gemuruh tahmid berkumandang dari bibir keluarga.
Galin bersyukur tetapi hatinya penasaran dan penuh tanda tanya, gerangan apa yang terjadi pada istrinya.
Beribu pertanyaan yang ada dikepalanya. Ia merasa ingin menumpahkan semua pertanyaan itu kepada istrinya.

Belum sempat pertanyaan bertubi-tubi hendak menyerang Maya. Ibu mertuanya menyuruh semua yang berada di pintu itu masuk kedalam.

Setelah semua berkumpul diruang tamu. Dan Maya sudah tahu akan diserang pertanyaan-pertanyaan. Maka Maya lebih dulu angkat bicara.

“Sebelumnya Maya minta maaf kepada seluruh keluarga terutama kepada Kanda (galin). Ini semua diluar kuasa Maya. Tadinya Maya ingin lebih dulu memberi tahu. Tetapi…”
“Tetapi kenapa dinda…” celetuk galin penasaran yang duduk disamping Maya.
“Begini kanda.. saat mendengar azan shubuh tadi pagi, Maya bangun dan hendak menunaikan sholat shubuh. Tetapi Maya merasa pusing dan mual. Mata Maya terasa berkunang-kunang. Lalu Maya coba membangunkan ibu, tapi ibu tak juga bangun. Lalu Maya berinisiatif hendak ke rumah sakit. Dan Maya minta maaf belum pamit dengan ibu dan ayah. Lalu Maya menelpon taksi dan sesampainya dirumah sakit, Maya pingsan dan baru siuman sekitar jam 11. lalu Maya coba menelpon kanda tapi batrei hp Maya ngedrop. Dan saat Maya bangkit dari tampat tidur rumah sakit hendak ke telepon umum. Mata maya kembali berkunang-kunang dan Maya kembali pingsan. Mungkin karena Maya belum sarapan tadi pagi. Maya akhirnya siuman sekitar jam 6 sore tadi.”

“Lalu bagaimana sekarang May.. dan apa kata dokter.?” Tanya ibunya penasaran.
Lalu Maya tiba-tiba memeluk mesra Galin sambil mengatakan Malu-malu.
“Kata dokteeeer……………..“MAYA HAMIL”
“Haaamiiill…..Subhanallah……….” Suara tasbih bergema memenuhi ruangan.
Seketika suasana mencair. Ribuan pertanyaan pun sudah terjawabkan. Dan galin pun bersujud syukur kepada sang Ilahi.




BEDA ANTARA SUKA,CINTA DAN SAYANG

Di hadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah

Di hadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya sedikit lebih indah

Di hadapan orang yang kau cintai,
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat

Di hadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
Matamu berkaca kaca

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kausukai,
Engkau hanya tersenyum saja

Di hadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam

Di hadapan orang yang kau sukai,
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis,
Engkaupun akan ikut menangis di sisinya

Jika orang yang kau sukai menangis,
Engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu mulai dari mata,
Sedangkan rasa suka dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
Cukup dengan menutup telinga

Tapi apa bila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,
Cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta.. ada perasaan yang lebih mendalam, yaitu rasa sayang..
Rasa yang tidak hilang secepat rasa. Rasa yang tidak mudah berubah

Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi,
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

Cinta itu untuk memiliki.
Tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayangi nya bahagia.. Walaupun harus kehilangan


================================================


CINTA

Mereka yang tidak menyukainya, menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang saling mencintai, menyebutnya takdir,

Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita kesusahan untuk menguji,
Kadang Iapun melukai hati, supaya hikmat-NYA bisa tertanam dalam,

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti,
Namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil satu keputusan, kita tidak ingin
tergesa-gesa,
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono,

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu,
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat.

Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah,
Karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius,

Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun
dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama dan penantian kita tidaklah sia-sia,

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian, dan pengharapan,
Penantian menjanjikan  satu hal yang tidak dapat seorang pun bayangkan,

Pada akhirnya, Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu,
karena alasan yang penting.



        Salam Berbuah Cinta

Penulis : Bayu Gawtama
(Sumber: http://www.eramuslim.com, milis myquran)
  
  
Diro, sebut saja begitu nama lelaki bujangan asli Jawa ini. Diro dikenal sebagai lelaki yang sopan, hanif, dan punya ciri khas, yakni senang mengucapkan salam “Assalaamu’alaikum” kepada siapa pun -muslim- yang dijumpainya di manapun.
Suatu ketika, Diro ditugaspindahkan ke kota X, untuk jangka waktu dua tahun. Setibanya di kota X itu, lelaki bujangan ini langsung mencari tempat kos/kontrakan yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Setelah tiga hari di kota tersebut, Diro baru menyadari bahwa ada gadis cantik dan shalihah yang tinggal hanya beberapa meter dari kos-nya. Seperti biasa, tanpa maksud buruk, tanpa niat menggoda, Diro pun mengucapkan salam kepada gadis itu, saat keduanya bersama-sama menunggu bis di tepi jalan.
Sekali lagi, Diro tidak punya niat apapun ketika mengucapkan salam. “Dia berjilbab, jadi sudah pasti muslim, maka saya ucapkan salam kepadanya. Lagi pula gadis itu tetangga saya, kan wajar sama tetangga saling menyapa, ” alasannya.
Ucapan salam Diro dibalas delikkan mata tidak suka dari gadis tetangganya itu. Namun Diro tidak peduli, karena niatnya sangat tulus. Begitu pun sore harinya, ketika berpapasan di jalan, Diro kembali mengucapkan, “Assalaamu’alaikum Dik… ” Jawabannya tidak berbeda dengan pagi hari, wajah tidak suka.Mungkin pikir si gadis itu, Diro tidak ubahnya lelaki iseng yang senang menggoda. Sudah lazim diketahui, lelaki-lelaki iseng dan kurang kerjaan senang menggoda wanita. Dan bila yang digoda adalah wanita berjilbab, ucapan “Assalaamu’alaikum” biasa dijadikan andalan mulut-mulut lelaki ini.
Berbeda dengan Diro. Dia tidak sakit hati ketika salamnya tidak dibalas, atau bahkan dibalas dengan tatap mata sinis. Setiap hari, setiap kali bertemu dengan gadis itu tetap mengucapkan salam. Diro tidak bosan meski salamnya selalu mendapat jawaban yang serupa, dan sesekali makian, “maunya apa sih?”



Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Penulis : Inayati


Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *
For vieny, welcome to your husband’s heart.
*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.

Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002

Poem

    *PERTEMANAN SEJATI*



                engkau selalu ada dikala aku membutuhkanmu
           engkau selalu setia ,saat aku dalam kebingungan
         kebingungan akan sesuatu yang hilang dalam hatiku
        dikala senja telah menyapa ,dikala ruang telah gunda
             kau selalu melengkapi!
        melengkapi serpihan hati yang sudah sirnah di hempas angin
     sahabatku...!!!!!!!!!!
       terima kasih atas kesetianmu
       terima kasih atas semu ilmu yang kamu berikan
        ilmu yang tidak mungkin aku dapatkan ditempat manapun
     sahabatku …!!!!!!!!!!!!
       kau memberikan semangat  yang baru dalam hidupku
      engkau memberiku arti, arti dari sebuah ikatan persahabatan
     bukan ikatan teman yang kosong belakang
      sahabatku
     aku berharap padamu,
        jangan pernah tinggalkan aku
       sendiri menjalani hidup dalam dunia yang panah ini
    aku tdk ingin luka yang sudah lama menutup
      kembali menganga lagi .

    temanku,
    sahabat sejatiku!!!!!


Apa Itu Cinta?


Makna Cinta. Suatu ungkapan yang begitu misterius. Apakah cinta punya makna? Bagaimana menurut kalian?



Oh, cinta
kau kurindu
kau kukejar
kau kudamba

Suatu saat
kau hilang
kau pergi
lenyap ke dalam sepi

Oh, cinta
apakah yang kurasa
ketika engkah t'lah tiada...?



Sungguh, cinta itu misterius. Dan dengan sentuhan cinta, setiap orang menjadi penyair...



Dia Sahabatku



Bertemu dengannya adalah takdir
Menjadi sahabatnya adalah sebuah pilihan
Dia bawa aku dalam cerita hidupnya
Karena dia lah hidupku mempunyai cerita
Mungkin baginya aku hanya seorang sahabat
Tapi bagiku, dia lebih dari seorang sahabat
Dia sahabat yang selalu tersenyum untukku
Sahabat yang selalu menemaniku ke manapun ku melangkah
Sahabat yang selalu menyapaku dengan ucapan ” Pagy ”
Sahabat yang selalu mengulurkan tanganya
Sahabat yang selalu meminjamkan punggungnya
Sebagai tempat terakhir untuk menangis
Aku berdoa di manapun dia berada dan melangkah
Dia selalu bahagia dan tersenyum
Ku tak berharap sesuatu yang lebih dari nya
Ku hanya berharap, suatu hari nanti…..
Saat dia mendengar namaku, dia akan tersenyum dan berkata
Dia Sahabatku


MySQL database will be created in 1 minute. Use these details for your PHP scripts:
$mysql_host = "mysql3.000webhost.com";
$mysql_database = "a8425565_dwiz";
$mysql_user = "a8425565_ajis24";
$mysql_password = "japaninlove24";




Minggu, 03 Juni 2012

My Love Song

Tanizawa Tomofumi


yasashii hidamari ni CHAIMU ga DIREIsuru
hoho o naderu kaze ibuki wa fukaku natteku
toomawari no namida namaetsuketa ashita
kasanaru mirai iro no RAIN
adokenai konna kimochi mo
hajiketobu hodo waraiaeta hi mo
taisetsu ni sodatete ikeru you ni
togire togire no toki o koete
takusan no hajimete o kureta
tsunagatte yuke todoke
houkago no yuuyami warau kimi no senaka
hisoka na sasayaki fureta koto no nai omoi no naka
boku no naka no kimi to kimi no naka no boku de
karamaru mirai iro no RAIN
ameagari no machi no nioi to
yume mitai na himitsu o mune ni idaite
nando mo nakisou ni natte mata warau
kangaeru yori zutto hayaku
sono mune ni tobikometara ii
tsunagatte yuke todoke
nani yori mo daiji na kimi no mae de
kizutsukanai you ni daiji ni shiteta no wa sou jibun
sono hito koto ga moshi mo SAYONARA no kawari ni natte shimatte mo
ari no mama subete
adokenai konna kimochi mo
hajiketobu hodo wara aeta hi mo
taisetsu ni sodatete ikeru you ni
honno sukoshi otona ni natteku
kimi ni naritai boku o koete
tsunagatte yuke
ima sugu kimi ni todoke


Nana Mizuki
Crystal Letter

anata to sugoshita kikoku ga
suishou no youni hikatteru
koborenuyou ue wo muita
tabidachi wa kowakunai

ginga ni tsudou hoshitachi ga
kawaranu hi wo hanatsu youni
RIIBE no uta wo kana deyou
yuukyuu no tategoto de

haruka chihei no saki
moeru kogane no kodou
ima koso tobou

dokomademo tsuzuku yume ga suki datta
anata no egao ga suki datta
futsuu no koi ga ureshikatta
arikitari no kotoba dakedo gomen ne
tatoe jikan ga hikisaitemo
"kono sekai de ichiban anata ga daisuki desu"
Love you forever,

tabun inochi no kigen sae
ai to iu na no REKUIEMU
hito wo omou to iu koto wa
amari ni mo setsunakute

sajin no kiri no saihate ni
mitsuketa OASHISU
sadame ga subete to iu nara
dokomade wo samayou no?

iki ga tsumaru hodo ni
tsunoru kimochi ga hora
habataku kaze ni

eien wo negau hodo ni suki datta
nakijakuru kurai suki datta
hontou wa ima furikaeritai
kagirinai omoi wa tsuchi ni uetara
mune no naka de hana ni shimashou
"watashi wa waraeru kara waratte kuremasen ka?"
You'll not cry again,

kooritsuita namida wo tokashita yo
nante nante yasashii
rasen hodoku anata no koe
tsuyoku dakishimete

aishiteru aishiteru yo itsumademo
dakara watashi wa watashi wa mou
tsutaetai yo toki wo koete
"monogatari wa owari wo mukaeru kedo mugen no asu ni sakihokorou"
anata ni okuru tegami
atarashii hajimari ni
Love & Soul Letter,


Kohaku
Grenadier


Kohaku ni somaru michi
ashi atou kizande
koko made yatto kitta
kyou mo mae dake wo mitsumete
aaah.. jikan dake ga
watashi yori hayaku
sotto toori sugite
furikaete keshiki oku kagayaita
deaetai no chiaru subete no mono
dakishimetai to omou
kono ooki naga wa nagasareru you
kokoro wo hito tsuru shitai
datte minna onaji tabibito...
sora ni wa kagamu itta
mikazukikaumarete
mayowanai no you ni to
yotte sashinobete kureteru
aaah.. hito wa itsumo
taiyou no you ni
sotto kieta ato wo
atarashii sugata de dareka wo terasu..
deaetai no chiaru subete no mono
ai wo shierareta
kono ooki naga wa tsuzuku kagiri
ayamachi wo osorenai de
aruite yuku watashi tabibito..
tsutareta nara tachidomatte mo ii
sou ashi mo tori saku hana no you na
jibun dashi iki kara
meguru ii no chiaru subete no mono
dakishimetai to omou
kono ooki naga wa nosai hate ni
dare mo ga tadoritsuku made
sore zore ni ikiru tabibito.



GaDareka 


Kumottera DOUGHNUTS tabetakunatta kedo
Ano ana wa nande aiteru no? kawaii kedoDare-mo oshiete kurenai demo wakatteru koto wa aru

Dareka ga naitetara dakishimeyou sore dake de ii
Dareka ga warattetara kata o kumou sore dake de ii
Hareta ne hashiri ni yukou dekiru tokoro made
Dango ya soko ni aru yo ochanondekou
Yuuhi wa doko ni shizunda no?
Ano ko no HEART no mukou gawa
Dareka ga taoretara okoseba ii sore dake de ii
Dareka ga tatta nara sasaereba ii sore dake de ii
Mieta ne iku beki toko honto wa saisho kara
Wakatteta mayou no wa atarimae sa
Dareka ga naitetara dakishimeyou sore dake de ii
Dareka ga warattetara kata o kumou sore dake de ii
Dareka ga taoretara okoseba ii sore dake de ii
Dareka ga tatta nara sasaereba ii sore dake de ii
EVERYBODY NEEDS SOMEBODY
EVERYBODY NEEDS SOMEBODY
EVERYBODY NEEDS SOMEBODY
EVERYBODY NEEDS SOMEBODY





Nagi Yanagi – Vidro Moyou



Sagashite ita suki ni naru riyuu wo
Motto morashii kotoba da toka

Kizuita toki ito wa motsureatte
Komusubi ga hidoku natteta

Tamerawanai de ieta no nara

Kimi wa mou nakanai no

Kumo no katachi tsukinukeru omoi no shoudou egaku
Tadayou manatsu no kaori ni nando mo omoidashiteru
Dareka fureta kiseki dake
Yuudachi no you ni botsuri to iro ga shimidashite ita

RENZUgoshi ni nagameteta sekai wa
Taningoto no you ni utsuri

Nakushite ita kimochi wo shitta toki
Bokura no jikan ugokidashita

Hakari ni kakeru koi no shitsuryou

Doushitatte tsuriawanai

Sora no katachi yakitsukeru
Gin no mukou made
Hizashi no mabushisa ondo mo nokorazu zenbu hoshii
Dareka aruita michi ni dake tsuzuiteku hikari
Garasu ni hansha shite furisosogu

Kotae wo dashita sono saki ni
Donna mirai ga tsuzuite mo
Suki da to iitai
Kimi ni suki to iitai

Tashika ni atta ano natsu wo
Osanai kioku wo
Tojikome tooku umi he to tobasou



Tommy Heavenly6


" Pray "


let’s go out! open my mind
let’s go! sweet dream other side
Ima toki hanatsu kago no soto he

Sabi tsuita kagi nari yamanu kodou
Kiduiteta “Mou...modore nai”

Ushinawareta hibi ga
(Hey baby why?)
Aoku tsunagatteku
(I want to cry...)
Kowagaru jibun ni maketaku nai yo
Unmei kara nige nai
“Hitori ja nai”

Soba ni iru tatoe donna ni
Kanashii yume da toshite mo kamawa nai
Kimi no namida ni furetai yo... baby
I pray...“Shinjite”
Tsumetai kioku no yami kiri saite

Kizutsuita hane yasumaseru izumi
Tobikomu sube ga wakara nakute

Taikutsu na basho iradachi ya fuan
Bokura wa kyou mo nayamu kedo

Kurai sora wo miage
(Baby ... for you)
Susumu kao wo agete
(I’m here for you)

Aku naki omoi wo kaban ni tsumete
Fumi dasu
Kokoro no yami wo furi harai

Semeru ame no oto
Kanashiku naru nara
Yasashii kimi no tate ni naru
Shinjiru koto wo yame nai de always
I pray...sono me ni
Chiisa na kiseki wo utsushite misete

ah...ah...ah...ah...

(Hey baby why?...
I want to cry...Hey baby why?
Hey baby why?...
I want to cry...
I’m here for you...yeah...!
believe yourself)

Soba ni iru soko ga donna ni
Kanashii yume no naka demo kamawa nai
Onaji toki wo ikite itai with U...
I pray...“Kotaete”
Moshi yurusareru nara
Kimi no namida ni furetai yo...baby
I pray...“Shinjite”
Tsumetai kioku no yami kiri saite




Title: Shiny tale
Artist:?Mix Speaker’s,Inc.
Release Date: 2012.02.22


Tabidatsu yume wo kanadehajime saisho no PEEJI hiraite

Donna takara yori kagayaku mono mitsuketa
Furikaereba hora
Baka mitai ni warau kao ga dokomademo susumaseru

Kono semai heya de kaita monogatari ga
Tsumugu shousetsu no PUROROOGU

Oozora he todokisou na SUPIIDO de
Kaji mo torazu hashitte kita
Taibdatsu yume wo kanadehajime tsugi no PEEJI wo hiraite

Donna konnan demo arashi ya kuroi ame mo
Oikaze ni notte
Dokomademo daremo todokanai basho de matte iru kara

Kono hiroi umi de kaita monogatari ga
Kuuhaku no chizu wo umete yuku

Hatenaku tsuzuku yume no umi he hikari ka yami ka wakarazu ni
Ichidokiri no bokutachi no tabi tsugi no PEEJI wo hiraite

Kono semai heya de kaita monogatari ga
Tsumugu shousetsu no PUROROOGU

Mada minu basho ni kibou wo mite kazoekirenai kanashimi wo
Makkuro na hikari no umi demo kaze wa itsudemo aru kara

Oozora he todokisou na SUPIIDO de kaji mo torazu hashitte kita
Taibdatsu yume wo kanadehajime tsugi no PEEJI wo hiraite

Bokutachi no monogatari tsugi no PEEJI wo sagashite



The LOVE SONG, performed by LM.C


are you ready go stay go
are you ready go go go
itoshiki subete ni sasagi
to sing a love song

nani hitotsu nakusanai you ni
kakae konda mama ikitekita
te wo nobasu kakugo ga nai nara
kore ijou nanimo tsukamenai

are you ready go stay go kirameki
kirei goto narabe here we go
tsutaetai no wa itsu kara de kotoba ja nai

koe ni naranai kokoro no sakebi wa
dore dake atsumereba todoku no darou
kakigae ga nai itoshiki subete ni
owaranai uta wo utaitsudzukeru yo